Apa itu ekonomi kreatif ? - Cara Kredit

Kamis, 02 April 2020

Apa itu ekonomi kreatif ?



Apakah Anda memiliki ide kreatif untuk membuat produk bisnis? Atau apakah Anda menikmati menciptakan dan berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya? Itu artinya Anda cocok terjun ke ekonomi kreatif yang marak di Indonesia.

Ini juga sangat penting, Anda tahu, karena dunia yang berubah sangat dinamis dengan segala kerumitannya, menuntut orang untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan kegiatan ekonomi. Nah, apa definisi dan jenis serta perkembangan ekonomi atau industri kreatif di Indonesia?

Pengertian Ekonomi Kreatif 

Menurut ekonom Paul Romer (1993), ide adalah barang ekonomi yang sangat penting, lebih penting daripada objek yang ditekankan dalam kebanyakan model ekonomi. Di dunia dengan keterbatasan fisik, penemuan ide-ide besar bersama dengan penemuan jutaan ide kecil yang membuat ekonomi terus tumbuh. Gagasan adalah instruksi yang membuat kita menggabungkan sumber daya fisik dengan komposisi terbatas menjadi lebih berharga. Romer juga percaya bahwa suatu negara miskin karena rakyatnya tidak memiliki akses ke ide-ide yang digunakan dalam industri nasional untuk menghasilkan nilai ekonomi.

Alvin Toffler (1980) dalam teori membagi gelombang peradaban ekonomi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga adalah gelombang ekonomi informasi. Kemudian diprediksi gelombang keempat yaitu gelombang ekonomi kreatif dengan ide-ide yang berorientasi dan ide-ide kreatif.

Secara umum, pemahaman ekonomi kreatif (creative economy) adalah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas, dengan memprioritaskan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia, sebagai faktor produksi terpenting.

Menurut Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang memiliki potensi untuk menghasilkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Ekonomi kreatif adalah gelombang ekonomi baru yang lahir pada awal abad ke-21. Gelombang ekonomi baru ini memprioritaskan kekayaan intelektual sebagai kekayaan yang dapat menghasilkan uang, peluang kerja, pendapatan, dan kemakmuran. Inti dari ekonomi kreatif tercetak pada industri kreatif, yaitu industri yang digerakkan oleh pencipta dan inovator. Rahasia eonomi kreatif terletak pada kreativitas dan inovasi.

Begitu juga di Indonesia. Saat ini, ekonomi kreatif selalu ramai, terutama setelah mengetahui seberapa besar kontribusi industri ekonomi kreatif seperti seni, musik, mode, dan periklanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Alasannya adalah bahwa industri ekonomi kreatif adalah hasil dari memanfaatkan kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan kemakmuran dan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi kekuatan kreatif dan kreatif individu.

Industri ekonomi kreatif adalah dasar dari karakter dan simbol kehadiran Bangsa Indonesia di tengah-tengah interaksi antar bangsa di dunia. Dengan memperkuat struktur industri berdasarkan tradisi dan budaya, kekayaan intelektual dan warisan budaya bangsa dapat dilestarikan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk baru yang bernilai tambah tinggi dan sangat kompetitif dan umumnya berskala kecil dan menengah seperti industri rumah tangga .

Jadi, pada dasarnya, konsep ekonomi kreatif menekankan kreativitas, ide, dan pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi suatu negara dan pada akhirnya dapat mengglobal.

Pertumbuhan di sektor ekonomi juga cukup tinggi, lho, sekitar 5,76%. Artinya, berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan pasokan air, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa dan industri pengolahan. Bagus bukan?

Oleh karena itu, kepercayaan terhadap masa depan sektor ekonomi kreatif inilah yang mendorong Presiden Jokowi untuk membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang diharapkan berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ekonomi kreatif juga diharapkan menjadi pilar ekonomi di masa depan.

Karakteristik Ekonomi Kreatif

  • Ada beberapa elemen utama seperti kreativitas, keahlian, dan bakat yang memiliki nilai jual melalui penawaran kreasi intelektual.
  • Produk yang dihasilkan (barang dan jasa) memiliki siklus hidup pendek, margin tinggi, variasi, persaingan tinggi, dan dapat direplikasi.
  • Terdiri dari menyediakan produk kreatif secara langsung kepada pelanggan dan mendukung penciptaan nilai kreatif di sektor lain yang secara tidak langsung terkait dengan pelanggan.
  • Dibutuhkan kerja sama yang baik antara berbagai pihak yang berperan dalam industri kreatif, seperti kaum intelektual, dunia bisnis, dan pemerintah.
  • Ekonomi kreatif berdasarkan ide atau ide.
  • Pengembangan industri kreatif tidak terbatas dan dapat diterapkan ke berbagai bidang bisnis.
  • Konsep ekonomi kreatif yang dibangun bersifat relatif.

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Proses globalisasi dan konektivitas telah mengubah cara manusia bertukar informasi, perdagangan, konsumsi, dan berbagai hal lainnya.

Perubahan dalam dunia yang sangat dinamis dengan segala kerumitannya menuntut manusia untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Industri kreatif telah ada sejak lama di Indonesia. Namun, itu pernah disebut ekonomi industri, dan ekonomi informasi.

Penggunaan istilah ekonomi kreatif mulai dikenal pada tahun 2001, ketika John Howkins menerbitkan bukunya yang mengulas industri kreatif.

Industri kreatif adalah industri yang berasal dari penggunaan kreativitas, keterampilan, dan bakat seseorang dalam menciptakan kemakmuran dan pekerjaan dengan menciptakan dan mengeksploitasi kreativitas dan kreativitas orang tersebut.

Ekonomi Kreatif muncul sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, industri ini berkembang dengan pembentukan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) yang berfungsi untuk menaungi industri kreatif di Indonesia.

Selain itu, kemunculan ekonomi kreatif di Indonesia juga tidak terlepas dari keberadaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah berkembang beberapa tahun sebelumnya.

Cotoh Jenis-Jenis Ekonomi Kreatif di Indonesia

Ekonomi kreatif juga memiliki beberapa jenis bisnis, berdasarkan buku "Pengembangan Industri Kreatif Indonesia 2025" yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia, yaitu:

  1. Iklan Bisa berupa iklan TV, radio, brosur, media sosial (e-flyer), spanduk, dll. Untuk memasarkan produk atau layanan.
  2. Arsitektur Termasuk desain bangunan dan ruangan untuk kebutuhan sehari-hari seperti desain rumah, kantor, mal, ruko, atau jenis bangunan lainnya.
  3. Pasar seni Biasanya, di pasar ini Anda bisa mendapatkan barang-barang kerajinan tangan, seperti gantungan tas, kacamata, tas, kipas tangan dan barang seni lainnya yang telah didekorasi oleh seniman.
  4. Kerajinan tangan Bisa dalam bentuk vas bunga, patung, gantungan tas, bantal, pakaian, sepatu, dan kerajinan tangan lainnya yang dibuat dengan tangan, tanpa bantuan mesin.
  5. Kuliner Sebagai salah satu industri tanpa akhir, kuliner juga menghadirkan berbagai pilihan menu dengan dekorasi dan komposisi yang unik dan lezat untuk dinikmati oleh pelanggan.
  6. Rancangan Bisa dalam bentuk desain pakaian (fashion), desain grafis, desain penulisan, logo dan desain lainnya.
  7. Mode Termasuk seni dekorasi atau membuat pakaian dengan model-model terbaru, termasuk pakaian, celana, aksesoris, sepatu dan sebagainya.
  8. Film, video, dan fotografi juga termasuk dalam ekonomi kreatif, untuk menciptakan cerita dan seni melalui video dan gambar.
  9. Musik Lagu dan nada termasuk dalam ekonomi kreatif untuk membuat musik terbaru dan berbeda dari sebelumnya.
  10. Seni Drama Seni pertunjukan bisa dalam bentuk teater atau drama panggung, hingga film atau serial TV.
  11. Penerbitan dan pencetakan Jika Anda suka menulis dan membuat buku atau majalah, Anda juga memiliki peran dalam menjalankan ekonomi kreatif.
  12. Layanan komputer, perangkat lunak (software) dan bahkan desain situs web dan desain game juga termasuk dalam ekonomi kreatif ini.
  13. Radio dan televisi Siaran radio dan televisi dengan konten yang unik, menarik dan menghibur juga merupakan jenis ekonomi ini.
  14. Penelitian dan Pengembangan Dengan melakukan penelitian dan pengembangan, Anda bisa mendapatkan ide-ide kreatif yang baru dan berguna dalam proses kegiatan ekonomi.

Menggerak kan  Ekonomi Kreatif di Indonesia


Tapi, harus disadari, upaya menggerakkan sektor ekonomi kreatif juga tidak mudah lho. Dibutuhkan kebersamaan, dan tentunya sinergi, dari semua pihak yang berbisnis. Salah satunya adalah melalui pertemuan kreatif nasional yang melibatkan pemain industri dan ekonomi kreatif untuk brainstorming, brainstorming, berbagi pengalaman, kinerja, dan kreativitas untuk kemajuan sektor ini.

Pemerintah Indonesia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pameran dagang, baik dalam skala nasional maupun internasional, untuk mendukung ekonomi kreatif ini dan mendorong pertumbuhan industri terkait lainnya, seperti peningkatan investasi, pengembangan usaha kecil, pendapatan valuta asing dan sebagainya.

Pelaku ekonomi atau industri kreatif dalam masyarakat ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Ini bertujuan untuk menyediakan produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan dan kelancaran bisnis.

Sumber Tulisan :

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda